hero-banner
FAQ Investor

WEGE adalah perusahaan konstruksi terintegrasi yang bisnis intinya berfokus pada layanan konstruksi bangunan, konstruksi di luar lokasi (industri modular dan pracetak), dan konsesi/investasi. Mereka menyediakan solusi total "desain dan bangun" yang komprehensif mulai dari perencanaan hingga operasi dan pemeliharaan.

Pemegang saham mayoritas WEGE adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang memegang 69,3% saham. Publik memegang 30,0%, dan Kokar WIKA memegang sisa 0,7%. Pemegang saham pengendali utama adalah Pemerintah Indonesia.

Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi WEGE. Perusahaan mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 1,62 triliun (turun 51,8% YoY) dan mengalami kerugian bersih sebesar Rp 630,25 miliar. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh pengurangan volume proyek, tekanan likuiditas di seluruh industri konstruksi, dan peningkatan biaya operasional.

Ya, dalam 3 bulan pertama tahun 2026, WEGE menunjukkan momentum yang kuat dengan mencapai pertumbuhan tahunan sebesar 303% dalam kontrak baru, mengamankan Rp 517 miliar dibandingkan dengan Rp 115 miliar pada 3 bulan pertama tahun 2025. Lebih lanjut, perusahaan berhasil merekayasa neraca yang lebih ramping dan jauh lebih aman, menunjukkan penurunan utang di tengah siklus pendapatan yang lebih rendah.

Pada tahun 2025, WEGE mengamankan 11 proyek baru dengan total nilai kontrak sebesar Rp 1,709 triliun. Jika digabungkan dengan kontrak yang dibawa dari tahun-tahun sebelumnya, total nilai pesanan pada tahun 2025 mencapai Rp 5,76 triliun.

Secara historis, WEGE memiliki basis klien yang terdiversifikasi dengan baik yang terdiri dari sektor swasta (43,24%), BUMN (29,03%), dan pemerintah (27,72%). Khususnya pada tahun 2025, sebagian besar kontrak baru berasal dari proyek pemerintah (Rp 1,46 triliun), diikuti oleh BUMN dan sektor swasta. Berdasarkan jenis proyek, portofolio sebagian besar didominasi oleh perumahan (38,8% secara historis; 39,06% dalam portofolio terbaru), fasilitas umum, dan gedung perkantoran.

WEGE menonjol karena statusnya sebagai pelopor konstruksi modular di Indonesia. Selain itu, WEGE merupakan perusahaan konstruksi pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi ISO 19650-1 dan BSI Kitemark 19650-2 atas implementasi komprehensif Building Information Modeling (BIM), yang memungkinkan perencanaan 3D yang presisi dan minimisasi risiko.

Divisi Modular WEGE menawarkan sistem prefabrikasi yang ramah lingkungan dan efisien:

  • MOLI (Modular Lite): Sistem ringan hingga 2 lantai, dirakit tanpa alat berat.
  • WG Flatpack: Sistem modular yang cepat dan praktis hingga 4 lantai.
  • Volumetrik: Sistem prefabrikasi 90% untuk bangunan 5 lantai ke atas, dikirim dalam bentuk 3D lengkap dengan instalasi interior dan MEP.

Konstruksi modular memainkan peran penting dalam tujuan WEGE untuk mencapai Emisi Nol Bersih (NZE) pada tahun 2060. Konstruksi ini mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 17-30%, menghemat hingga 90% waktu konstruksi, sangat bergantung pada material lokal, dan secara signifikan meminimalkan limbah konstruksi, kebisingan, dan polusi udara.

Untuk kembali meraih keuntungan, WEGE menerapkan kerangka kerja "Rumah Transformasi" yang berbasis pada tiga pilar: Fokus Kas (mengelola likuiditas secara efisien), Keunggulan Eksekusi Bisnis (mengoptimalkan operasi melalui BIM dan Konstruksi 4.0), dan Pengembangan Bisnis Berkelanjutan (kemitraan jangka panjang dan perluasan produk modular). Mereka memprioritaskan proyek-proyek dengan pendanaan yang jelas dan margin yang sehat.

Ya, WEGE telah menghasilkan beberapa mega-struktur yang diakui secara internasional. Contoh yang terkenal termasuk Jakarta International Stadium (JIS), yang menampilkan atap yang dapat dibuka tutup terbesar di Asia, dan Bandara Internasional Dhoho di Kediri, yang merupakan mahakarya penerbangan pertama di Indonesia yang didanai swasta.

Pada tahun 2025, WEGE memperoleh peringkat "idBBB / Prospek Stabil" dari PEFINDO. Peringkat ini menempatkan perusahaan dalam kategori "Lulusan Investasi", yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kapasitas yang memadai dan sehat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

Segmen Konsesi adalah strategi integrasi ke depan yang dirancang untuk menghasilkan pendapatan berulang yang berkelanjutan dengan mengelola aset lahan pemerintah atau BUMN melalui skema Build-Operate-Transfer (BOT). Aset utama meliputi Hotel de Braga di Bandung (dioperasikan bersama PT Sarinah selama 25 tahun) dan Graha Mantap di Jakarta (bermitra dengan Bank Mandiri Taspen selama 30 tahun).

Ya. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diadakan pada tanggal 21 Mei 2025, WEGE menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 6,79 miliar, yang mewakili rasio pembayaran 10% dari laba bersih tahun 2024.

WEGE mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG secara fundamental ke dalam bisnisnya. Perusahaan ini berkomitmen untuk mencapai Emisi Nol Bersih (Net Zero Emissions/NZE) pada tahun 2060 untuk Cakupan 1, 2, dan 3. Yang lebih mengesankan, WEGE menjadi perusahaan konstruksi pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi ISO 50001:2018 untuk Sistem Manajemen Energi, yang menegaskan dedikasinya terhadap operasi yang efisien dan berkelanjutan.

Copyright © 2024- All rights reserved by PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk

linkedin logofacebook logoyoutube logotwitter logoinstagram logospotify logotiktok logo

Sertifikat